Artikel adalah karangan faktual secara lengkap dengan panjang tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan  dan bertujuan menyampaikan gagasan dan fakta yang dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur.

Pembahasan Penyutradaraan
06 October 2014

Pembahasan

Bersama dengan penata kamera, penata artistik, editor, dan lain-lain, sutradara secara intens terlibat dari praproduksi hingga pascaproduksi. Demikian penting peran sutradara dalam sebuah produksi seperti yang telah disebutkan, sehingga perlu mengetahui secara detail apa saja yang menjadi tugas dan tanggung jawab dari sutradara. Ada tiga jabatan inti yang akan selalu berkoordinasi dalam sebuah produksi film dari awal sampai akhir proses produksi, yang biasanya disebut triangle system, yaitu penulis naskah, sutradara, dan produser.

1. Tugas dan Kewajiban Seorang Sutradara

a. Tahap Perencanaan (Praproduksi)

1) Membaca skenario sehingga betul-betul memahami dan menyatu dengan isi dan tuntutan skenario baik secara teknis maupun artistik.

2) Mempersiapkan artis (pemain) dan kru sesuai dengan tuntutan skenario.

3) Mencari tempat (lokasi) shooting sesuai dengan tuntutan skenario.

4) Membantu produser (pihak manajemen) dalam menghitung budget/biaya produksi.

5) Mencari tenaga profesional sebagai pendamping di antaranya penata artistik, kamerawan, staf sutradara, unit produksi, editor, dan penata musik.

6) Mengadakan pelatihan dan pengarahan kepada calon pemain dan kru tentang penafsiran skenario yang akan diproduksi.

Hal-hal yang menjadi catatan harus dikerjakan sutradara, menurut Sulistiyono (2011) adalah:

1) melakukan BREAKDOWN atau membedah naskah

2) membuat DIRECTOR’S TREATMENT

3) membuat STORYBOARD

4) membuat DIRECTOR'S SHOT LIST

Breakdown naskah adalah upaya mengurai naskah menjadi unit-unit kecil sesuai kebutuhan artistik maupun teknik agar produksi dapat, dilakukan secara terstruktur dan efisien.

Uraian tersebut dikelompokkan berdasarkan klasifikasi tertentu seperti pemain/narasumber, extras/pemain pendukung, setting/lokasi, properti, kostum, make-up, musik/efek suara, dan kebutuhan-kebutuhan lain.

Breakdown naskah adalah upaya mengurai naskah menjadi unit-unit kecil sesuai kebutuhan artistik maupun teknik agar produksi dapat, dilakukan secara terstruktur dan efisien.

Uraian tersebut dikelompokkan berdasarkan klasifikasi tertentu seperti pemain/narasumber, extras/pemain pendukung, setting/lokasi, properti, kostum, make-up, musik/efek suara, dan kebutuhan-kebutuhan lain.

Director’s Treatment adalah sebuah catatan detail yang menginformasikan analisis (rancangan) visual dari seorang director/sutradara terhadap program yang akan dibuat. Director’s Treatment harus mampu menggambarkan konsep dan gaya penyutradaraan secara visual serta mudah dipahami setiap departemen dalam produksi program tersebut. Unsur-unsur director’s treatment meliputi deskripsi singkat program sesuai visi director/sutradara, antara lain karakter pemain/narasumber, konsep lokasi, artistik (set, kostum, make up), videografi, editing, suara, dan grafis. Director’s treatment biasanya dilengkapi potongan gambar referensi dari setiap konsep yang akan diajukan

Storyboard adalah rangkaian gambar menyerupai komik yang merupakan penggambaran tiap adegan sesuai naskah. Storyboard yang baik adalah storyboard yang secara visual sudah berbicara banyak mengenai apa yang akan disampaikan. Isi board tersebut telah disepakati oleh semua pihak yang berkepentingan (Eugene Panji, Sutradara).

Floor plan adalah rancangan yang memberi informasi tentang blocking pemain, blocking kamera, lighting serta informasi bentuk dan ukuran dari set dilihat dari atas (top view).

Shot-List adalah daftar rencana shot yang berisi uraian pengambilan gambar dari tiap adegan secara detail.

 Contoh breakdown naskah:

VISUAL :

Sore hari di sebuah jembatan nampak 2 orang petani sedang mengendarai sepeda.

Keduanya berhenti di tengah jembatan menemui sesorang yang ternyata Kepala Desa.Mereka kemudian berdialog mengenai manfaat jembatan bagi perekonomian pedesaan.

AUDIO :

Dialog 2 Petani dan Kepala Desa

Musik latar campursari

 Untuk selanjutnya agar sutradara mengetahui unsur-unsur apa saja yang harus diarahkan, supaya adegan bisa terwujud dengan baik.

 Sore hari | Day

Jembatan | Setting/lokasi

Kepala Desa| Cast/Narasumber

2 orang petani | Extras/pendukung

Sepeda | Properti

Audio :

Campursari | Musik/Suara

Dialog 2 Petani dan Kepala Dinas PU | Alat : 3 Mic Clip-On

 Catatan: DENGAN PENGUASAAN NASKAH SECARA MENYELURUH, SUTRADARA AKAN SELALU SIAP MENGHADAPI KEMUNGKINAN PERUBAHAN YANG TERJADI DI LAPANGAN

Komentar Member

Tinggalkan Komentar


Login atau Daftar

copyright © 2013
Dinas Kebudayaan DIY

Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945
email : budaya@tasteofjogja.org