Kedhaton Ambarrukmo, Sebuah bangunan lawas yang berdampingan dengan bangunan modern Ambarrukmo Plaza dan Royal Ambarrukmo Hotel adalah bangunan yang memiliki nilai sejarah tinggi. Pada mulanya tempat ini bernama Jenu, kemudian berubah menjadi 

KEDHATON AMBARRUKMO: Warisan Tak Ternilai (2014)
KEDHATON AMBARRUKMO:  Warisan Tak Ternilai

Produser:
Sutradara:
Penulis:
Pemeran:
Tanggal edar:
Warna: Sejarah

 

Kedhaton Ambarrukmo, Sebuah bangunan lawas yang berdampingan dengan bangunan modern Ambarrukmo Plaza dan Royal Ambarrukmo Hotel adalah bangunan yang memiliki nilai sejarah tinggi. Pada mulanya tempat ini bernama Jenu, kemudian berubah menjadi Pesanggrahan Harja Purna, lalu menjadi Kedhaton Ambarrukmo. Bangunan ini menjadi saksi bisu banyak peristiwa-peristiwa sejarah di Yogyakarta. Kedhaton Ambarrukmo pernah menjadi kediaman Sultan Hamengku Buwono VII, setelah Raja Yogyakarta tersebut turun tahta atau mandheg pandhita tahun 1912, dan ditempati hingga wafatnya beliau. Pada era kemerdekaan, tempat ini pernah menjadi kantor administrasi Bupati Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman, sebelum kantor bupati yang baru selesai di bangun. Selain itu pernah juga dipakai sebagai perumahan sementara bagi pegawai kantor pos dan sebagai tempat pendidikan Kepolisian Republik Indonesia. Arsitektur dan tata ruang Kedhaton Ambarrukmo sendiri menyerupai miniatur Keraton Yogyakarta, karena memang keberadaan bangunan ini tidak lepas dari sejarah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

copyright © 2013
Dinas Kebudayaan DIY

Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945
email : budaya@tasteofjogja.org