Menurut tokoh psikoanalisa Sigmund Freud, pendidikan manusia dimulai sejak prenatal atau sejak manusia berada di dalam kandungan. Dan ternyata hal ini pun sudah sangat dikenal oleh masyarakat Jawa pada umumnya dan masyarakat Yogyakarta pada khususnya.

Ritus…

Ritus Jabang Bayi (2014)
Ritus Jabang Bayi

Produser:
Sutradara:
Penulis:
Pemeran:
Tanggal edar:
Warna: Adat Jawa

Menurut tokoh psikoanalisa Sigmund Freud, pendidikan manusia dimulai sejak prenatal atau sejak manusia berada di dalam kandungan. Dan ternyata hal ini pun sudah sangat dikenal oleh masyarakat Jawa pada umumnya dan masyarakat Yogyakarta pada khususnya.

Ritus daur hidup yang dimulai sejak kandungan berusia satu bulan merupakan wujud dari pola pendidikan ini. Dalam ritus itu, seorang calon bayi sudah mulai dikenalkan dengan hal-hal baik yang merupakan harapan dari orangtua kepada sang anak.

Ritus daur hidup itu sendiri dimulai ketika usia kandungan satu bulan. Upacara Ngebor-ebori merupakan upacara selamatan yang dilakukan saat seorang wanita mulai hamil atau mengandung. Biasanya selamatan ini dilakukan sendiri oleh si wanita yang hamil maupun dibuatkan oleh orangtuanya. 

Upacara Ngloroni, yakni upacara selamatan kehamilan usia dua bulan, upacara neloni atau ketika kandungan mencapai usia tiga bulan dan upacara ngapati ketika kandungan sudah berusia empat bulan saat ini jarang dilakukan. Ketiga upacara itu biasanya digabungkan dalam upacara Nglimani atau selamatan ketika kandungan berusia lima bulan. Upacara selamatan ini mulai dilakukan secara besar berupa kenduri.

Upacara Mitoni yang merupakan upacara selamatan ketika kandungan berusia tujuh bulan sekaligus juga selamatan kandungan berusia enam bulan. Namun bagi wanita yang baru pertama kali mengandung maka upacara selamatan kehamilan usia tujuh bulan dilakukan tersendiri atau yang biasa disebut tingkeban.

Ada pula upacara Ngwoloni atau selamatan kandungan usia delapan bulan.  Sedangkan upacara Nyangani atau selamatan ketika kandungan sudah berusia sembilan bulan berwujud selamatan dengan jenang procot yang merupakan harapan agar bayi yang sudah menjelang atau saatnya dilahirkan bisa lahir dengan lancar dan selamat.

Ketika bayi sudah lahir, diadakan upacara Mendhem Ari-ari yang dilanjutkan dengan upacara Brokohan yang dimaksudkan sebagai upacara mensyukuri anugerah atau berkah lahirnya sang bayi.

Ritus yang diselenggarakan dalam rangka daur hidup selanjutnya adalah Sepasaran yang dilaksanakan untuk memperingati bayi yang lahir telah berusia lima hari atau sepasar. Kemudian diadakan pula upacara Puputan yang dilakukan setelah ari-ari yang menempel pada tali pusar bayi putus atau lepas. Sedangkan upacara Selapanan yang dilakukan ketika bayi berumur 35 hari. Upacara ini dilaksanakan bertepatan dengan hari lahir bayi.

copyright © 2013
Dinas Kebudayaan DIY

Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945
email : budaya@tasteofjogja.org