Agresi militer Belanda ke – 2 yang terjadi pada tanggal 19 Desember 1948 di Yogyakarta mengakibatkan kondisi ekonomi dan sosial masyarakat menurun. Banyak warga masyarakat perkotaan yang hidup dalam kekurangan dan akhirnya harus menjual barang – barang…

Sebelum Serangan Fajar (2014)
Sebelum Serangan Fajar

Produser:
Sutradara:
Penulis: Drs. GBPH Yudhaningrat. MM
Pemeran: Drs. GBPH Yudhaningrat. MM
Tanggal edar:
Warna: Indie

Agresi militer Belanda ke – 2 yang terjadi pada tanggal 19 Desember 1948 di Yogyakarta mengakibatkan kondisi ekonomi dan sosial masyarakat menurun. Banyak warga masyarakat perkotaan yang hidup dalam kekurangan dan akhirnya harus menjual barang – barang berharganya untuk sekedar memenuhi kebutuhan sehari - hari.

Sementara itu tentara Indonesia yang berada di Kota Yogya harus bergeser ke luar kota dan mengatur strategi perang gerilya seperti yang di amanatkan oleh panglima Besar Angkatan Perang Letjend Soedirman. Letkol Suharto saat itu menjadi komandan Pasukan Wehrkreise III yang berkonsentrasi di kota Yogya pun juga harus bergeser ke luar kota bersama pasukannya. Kondisi pemerintahan kota Yogya  juga lemah, Belanda memaksa para pegawai untuk tetap bekerja, tapi mereka menolaknya, dengan alasan menunggu Dhawuh (Perintah) dari Sri Sultan HB IX.

Situasi yang tidak kondusif ini, di tambah lagi dengan propaganda Belanda di dunia luar yang mengatakan bahwa Tentara Indonesia sudah tidak ada, dan di tangkapnya para pemimpin Indonesia semakin memperparah kondisi Yogyakarta, satu – satu nya daerah yang masih berada di bawah pemerintahan Negara Indonesia. Hal ini kemudian di respon oleh Sri Sultan HB IX dengan ide mengadakan serangan besar – besaran ke kota Yogya secara serentak dan terkoordinir.

Untuk merealisasikan hal tersebut Sri Sultan HB IX mengirim surat kepada Letjend Soedirman untuk meminta ijin diadakannya serangan. Panglima Besar menyetujui hal ini dan meminta Sri Sultan HB IX untuk berkoordinasi dengan Letkol Suharto yang menjadi komandan Wehrkreise III.

Persiapan serangan tak hanya dilakukan oleh kalangan militer, tapi juga oleh warga sipil, dengan cara membuat dapur umum guna mensuplai kebutuhan logisik para tentara. Bersatu nya sipil dan militer demi menegakkan kedaulatan Negara Republik Indonesia.

copyright © 2013
Dinas Kebudayaan DIY

Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945
email : budaya@tasteofjogja.org