Halaman yang berisi informasi & berita seputar perfilman Yogyakarta.

FILM PESERTA WORKSHOP DESA NGLANGGERAN MENGANGKAT WISATA LOKAL DAN KENDALA BAHASA
Selasa, 06 Maret 2018

 

 

            Pagi, minggu 25 Februari, rombongan kami (kru workshop) telah dinanti Peserta Workshop Pembuatan Film Desa Nglanggeran di sebuah kedai di objek wisata Embung Nglanggeran. Saat itu kira-kira pukul 07.00 waktu setempat. Namun, mereka mengaku telah menunggu kami sejak sejam lebih. Mereka telah terlebih dahulu mengambil gambar pemandangan pagi hari di area embung untuk keperluan produksi film. Meski personel telah lengkap, kami, kru dan peserta workshop, tak langsung memulai syuting tetapi mengisi perut terlebih dahulu untuk memberikan tenaga.

            Kebanyakan lokasi syuting untuk Desa Nglanggeran merekam keindahan alam. Macam-macam objek wisata yang juga menyasar dalam setiap babak film. Selain embung, Gunung Api Purba dengan penampakannya yang agung itu pun diambil sebagai latar belakang. Juga, sawah yang hijau penuh dengan padi-padi yang tumbuh dewasa, jalanan pedesaan yang tertutupi rimbun bambu, objek wisata edukasi peternakan kambing etawa, dan Griya Coklat.

            Seperti tuturan Produser, Heru Purwanto, film Peserta Workshop Desa Nglanggeran tidak hanya mengangkat pariwisata lokal, tapi juga menyoal kendala kemampuan berbahasa asing para warga yang bekerja sebagai pemandu wisata. Meski demikian Heru mengakui bahwa masih ada potensi lokal yang bisa diangkat dalam film. Namun, karena keterbatasan ruang dan waktu dalam film, objek-objek tempat itu direncanakan akan masuk dalam proyek produksi film mereka selanjutnya, tentunya seusai workshop ini. “Ada beberapa lokasi yang belum kami ambil, seperti Kampung Pitu, “ jelas Heru.

            Produksi film Peserta Workshop Desa Nglanggeran tak memiliki kendala berat dalam pelaksanaannya. Pengalaman beberapa anggota yang pernah mengikuti produksi film membantu peserta lain yang belum berpengalaman untuk cepat memahami sistematisasi kerja sinema. Kalau pun ada kendala, hanya dimunculkan pada jarak tiap lokasi syuting yang agak berjauhan dan cara mengakali pantulan cahaya.

            Seperti yang telah dijadwalkan, agenda syuting untuk Tahap Produksi Film di Desa Nglanggeran, Gunung Kidul, akan berjalan selama lima hari.

 

Komentar Member

Tinggalkan Komentar


Login atau Daftar

copyright © 2013
Dinas Kebudayaan DIY

Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945
email : budaya@tasteofjogja.org